Ketua LSM MAPAN: Pemkab Tangerang Lebih "Mewah" dari PIK2 Untuk Pengadaan Lahan, Segera Akan Laporkan ke BPK dan KPK

TANGERANG - Saepudin Juhri, Ketua LSM MAPAN, mengungkapkan bahwa Pemkab Tangerang lebih "mewah" dari PIK 2 dalam hal pengadaan lahan. Menurutnya, PIK 2 saja membebaskan lahan untuk pembangunan kawasan perumahan elite dengan harga yang relatif murah di sepanjang pesisir pantai utara kabupaten Tangerang, kisaran di bawah Rp.200ribu bahkan ada yang di harga Rp. 50ribu.





Namun, Dinas Perkim kabupaten Tangerang membeli lahan dengan harga yang sangat tinggi untuk lahan pemakaman di desa Cikande, yaitu sekitar Rp3,23 juta/M2.






"Luar biasa! Pemkab Tangerang lebih 'mewah' dari PIK 2. Kami minta Pemkab Tangerang agar menjelaskan mengapa harga lahan untuk pemakaman di Desa Cikande mencari yang harganya sangat tinggi dan apa dasar perhitungannya," kata Saepudin.


Menurut Saepudin, kebijakan ini menunjukkan bahwa Pemkab Tangerang tidak transparan dalam pengadaan lahan dan mempertanyakan mengapa harga lahan di Desa Cikande sangat tinggi dibandingkan dengan harga lahan untuk real estate yang dibebaskan oleh  PIK 2.


Lebih lanjut Saepudin mengungkapkan, bahwa ia akan segera mengirim surat ke BPK. Supaya di audit  dari mana  dasar harga penetapan  pengecualian.


 "Atau meminta BPK untuk memeriksa temuan ini. Dan akan meminta KPK untuk menyelidiki dan menyidik jika memang menyalahi aturan dari pembebasan lahan yg di nilai sangat mahal," pungkasnya.

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn more
Ok, Go it!