TANGERANG - Kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump telah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap penurunan pasar cryptocurrency. Pada awal bulan Februari 2025, Trump mengeluarkan sebuah perintah yang menetapkan tarif sebesar 25% untuk barang-barang yang diimpor dari Meksiko dan Kanada, serta tarif 10% untuk barang-barang yang berasal dari China. Keputusan ini memicu reaksi negatif di pasar, yang berujung pada aksi jual yang masif dan menyebabkan total kapitalisasi pasar cryptocurrency menyusut hingga mencapai angka $1 triliun.
Setelah pengumuman mengenai kebijakan tarif tersebut, harga Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan yang signifikan. Bitcoin, sebagai salah satu aset digital terkemuka, mencatatkan penurunan harga sebesar 7%, sementara Ethereum, yang juga merupakan salah satu cryptocurrency paling populer, mengalami penurunan yang lebih tajam, yaitu sebesar 20%. Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian yang melanda pasar dan kekhawatiran investor terhadap dampak jangka panjang dari kebijakan perdagangan yang ketat.
Dampak dari kebijakan tarif ini tidak hanya terbatas pada penurunan harga cryptocurrency, tetapi juga menciptakan suasana ketidakpastian di kalangan investor dan pelaku pasar. Banyak yang mulai mempertanyakan stabilitas pasar kripto di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat kebijakan perdagangan yang agresif. Dengan demikian, situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar cryptocurrency terhadap perubahan kebijakan ekonomi dan perdagangan, yang dapat mempengaruhi keputusan investasi secara keseluruhan.
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Trump telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang cukup besar dalam jangka pendek, yang pada gilirannya mempengaruhi sentimen pasar secara negatif dan berkontribusi pada penurunan harga aset kripto secara keseluruhan. Ketidakpastian ini menciptakan lingkungan yang tidak stabil bagi investor, yang cenderung mengurangi kepercayaan mereka terhadap pasar dan berpotensi mengakibatkan fluktuasi harga yang tajam. Dalam konteks ini, reaksi pasar terhadap kebijakan tersebut menunjukkan betapa sensitifnya sektor kripto terhadap perubahan kebijakan ekonomi yang lebih luas.
Meskipun dampak jangka pendek dari kebijakan tarif Trump cenderung merugikan, terdapat kemungkinan bahwa dalam jangka panjang, kebijakan tersebut dapat memberikan efek yang lebih positif bagi pasar kripto. Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah jika kebijakan tarif tersebut berujung pada pelemahan nilai dolar AS. Dalam situasi seperti ini, aset digital seperti Bitcoin dapat menjadi alternatif yang menarik bagi investor, yang mencari cara untuk melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan penurunan nilai mata uang fiat.
Oleh karena itu, meskipun kebijakan tarif Trump menciptakan tantangan yang signifikan bagi pasar kripto dalam waktu dekat, penting untuk mempertimbangkan potensi dampak jangka panjang yang lebih kompleks. Investor dan analis perlu memperhatikan dinamika pasar yang lebih luas dan bagaimana kebijakan ekonomi dapat mempengaruhi nilai aset digital. Dengan memahami hubungan ini, mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan strategis di tengah ketidakpastian yang ada.
Namun pada hari ini Minggu, 2 Maret 2025 pukul 21.25 WIB , harga Bitcoin saat ini tercatat pada angka IDR 1.410.229.995,44, mengalami kenaikan sebesar 0,82% dalam kurun waktu satu hari terakhir. Bitcoin, yang dikenal dengan simbol BTC, tetap menjadi mata uang kripto teratas di pasar, menunjukkan ketahanan dan minat yang terus meningkat dari para investor. Dengan fluktuasi harga yang sering terjadi, Bitcoin tetap menjadi fokus utama bagi banyak trader dan penggemar cryptocurrency.
Dalam hal statistik pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai IDR 27,96 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 0,77%. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar IDR 340,7 triliun, yang menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 57,67%. Data ini mencerminkan aktivitas perdagangan yang tinggi dan minat yang kuat dari para pelaku pasar terhadap Bitcoin, yang semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital yang dominan.
Total pasokan Bitcoin saat ini adalah 19,83 juta BTC, dengan pasokan maksimum yang ditetapkan sebesar 21 juta BTC. Pasokan yang beredar juga sama dengan total pasokan, yaitu 19,83 juta BTC. Dalam konteks ini, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar dalam 24 jam terakhir adalah 1,23%, yang menunjukkan likuiditas yang baik di pasar. Dengan rating 4,6, Bitcoin terus menarik perhatian banyak pihak, baik dari segi investasi maupun inovasi teknologi yang mendasarinya.